Pindah Rumah

Tags

, ,

Yaelaaahh hampir setahun ga nulis apa-apa di sini… Ngapain aja? – Random. Pindah kerumah baru, urusin pasukan kucing, kerjaan kantor yang tiada akhir.
Trus?
Hmmm.. Menulis bukanlah hobiku, tapi dipikir-pikir ngapain juga bikin wp kemarin? *terdiam dan bingung sendiri*

Baiklah.. Dengan prinsip “suka-suka gue” yang penting akhirnya nulis dong :p

Mulai dari pindah rumah deh, yah akhirnya aku pindah kerumah “baru”. Mending cuma pindah tok, tapi lain cerita, rumah ini dibeli dengan keadaan yang rusak 60% (atap hilang hampir setengah, harus ulang instalasi listrik, dll) dalam kurun waktu kurang dari 3 bln kami harus ulang membangun rumah yang rusak itu karena masa sewa rumah sudah hampir selesai. Kesannya kok ngotot banget harus beli rumah itu? bukan karena terpaksa, tp juga memang melihat lokasi yang masih 1 perumahan dengan orang tuaku serta memang mudah akses kemana-mana. Maka saya dan ortu saya memutuskan untuk memiliki rumah itu.

Akhir tahun lalu sibuklah aku mengurus legalitas rumah itu. Jumpa penjual, deal jual beli, bulak balek ke notaris, tambah daya listrik, balek nama air dan listrik dll. Selain itu juga sambil mengatur renovasi rumah, jadi itu rumah di desain sesuai selera. Mulai dari posisi kamar, milih keramik, penetapan posisi saklar, beli perlengkapan rumah yang masih kurang, dll.
Tepat 18 Januari 2014 lalu akhirnya aku pindah rumah, semuanya selesai dalam kurun waktu yang di targetkan. Kusadari, masih ada beberapa kekurangan dalam membangun rumah yang terkesan tergesa-gesa 😦 Tapi overal aku puaslah 🙂
Karena barang-barangku banyak banget aku menyerah untuk pindah rumah sendiri, bisa ga selesai-selesai -_- Akhirnya pake jasa pindah rumah satu-satunya di Batam, namanya rajapindah- maaf ga maksud promosi 😀

image_2

Penampakan meja makan

image_1

Penampakan Dapur

photo

Sofa

image

Penampakan dari sofa

Tidak ada sesuatu yang berjalan semulus-mulusnya memang, pada hari ke 3 menempati rumah baru, aku kemalingan. Geraaaam banget lah, bukan hanya kehilangan barang berharga tetapi rumah juga diobok-obok macam kapal pecah GRRR gatau apa orang baru pindah dan rapi-rapi grrr Pintu besi di congkel serusak-rusaknya, maling datang di siang bolong..

Tapi yah, mau gmn lagi ya, harus ikhlas :’)

Buat teman-teman hati-hati ya, ingat selalu was-was!

STOP TOPENG MONYET!!

Tags

, ,

Barusan ada topeng monyet depan rumahku, gw kesel banget. Sembari ke kulkas mengambil sebuah apel dengan maksud mau memberi makan monyet tersebut. Pada saat aku hampiri itu monyet lagi setengah beratraksi, tanpa basa basi aku langsung menuju monyet itu dan memberi apel itu. Tahukah saudara-saudara? Monyet tersebut TIDAK BERANI mengambil apel dari tanganku, setelah kubujuk beberapa detik dan dia mulai mengulurkan tangan kecilnya tetapi apel itu ternyata terlalu BESAR untuk monyet itu. Menangislah aku, SEDIH dan tidak tau mau berkata apa-apa. Dengan kesal dan hampir menetes air mata, (aku tau ini dramatis, tp sungguh terlalu!) ku oper itu apel ke 2 lelaki yang membawa monyet ini sambil berteriak, INGAT MAS INI BUAT MONYET INI, AWAS TIDAK DIKASIH MAKAN! Aku tau orang-orang pada ngeliatin aku, tapi suer bodo amat.

ambil poto dari kejauhan...

Sedih banget, sekaligus kesal. Tidak ada habis pikirnya mengapa mereka2 yang sehat walafiat punya anggota tubuh yang lengkap tidak mEncoba mencari nafkah yang lebih “LAYAK” daripada menjadi pembawa TOPENG MONYET. Melihat monyet-monyet tersebut beratraksi membuat orang-orang “merasa terhibur” TAPI tahukah teman-teman semua bahwasahnya dibalik topeng monyet itu sesungguhnya adalah penyiksaan hewan, kekejaman, dan tidak manusiawi. Mereka disiksa, dipuasakan agar lebih nurut dalam beratraksi. BAHKAN BANYAK diantara monyet-monyet tersebut masih bayi direbut atau dirampas dari induk-induk monyet dan dijadikan untuk topeng monyet.

Dukung peniadaan topeng monyet dengan tidak memberikan uang atau “tips” ke “mas-mas” topeng monyet.

Salah satu organisasi untuk kampanye STOP TOPENG MONYET :

http://jakartaanimalaid.com/blog/2013/08/23/jaan-needs-a-release-site-for-the-topeng-monyet-that-are-ready-to-live-in-the-wild/